Membawa Barang Jangan Taruh di Setang atau Tangan


Ada cerita tentang seorang pengendara, sebut saja Waluyo, yang berangkat kerja berboncengan dengan istri tercinta. Setelah istri sampai di kantornya, Waluyo meletakkan helm sang istri di tangan kirinya. Ia pun kembali memacu sepedah motor itu menuju kantornya.
Saat Waluyo ingin berbelok, tiba-tiba Ia hilang kendali dan terjatuh. Hal ini dikarenakan tanganya terganjal oleh helm yang disangkutkan ditangan kirinya, sehingga Ia tidak mampu mengarahkan setang kemudi dengan sempurna.
Hal ini sepele terkadang bisa membawa celaka bagi kita. Contohnya ya seperti cerita tadi. “Tidah hanya helm, barang belanja pun terkadang disangkutkan di setang yang membuat bobot setang kemudi jadi berat sebelah dan mengganggu hendling motor,” kata Andri Berlianto, dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
Jangan juga disangkutkan di jok belakang dengan posisi miring. “Justru ini mengundang bahaya untuk kita dan orang lain juga, karena bisa menyenggol pengendara lainnya,” wanti Andri.
Sebaiknya, simpan helm atau barang tersebut di tas ransel yang memiliki kantong untuk menyimpan helm. “Atau yang mudah gunakan jaring pengikat di jok belakang, jadi helm atau barang seperti dibonceng,” saran peria ramah ini. Untuk motor bebek dan skutik bisa ditaruh di dek tengah, asalkan kaki masih bisa bisa bergerak. (wit/317)


Sumber: Tabloid Otomotif, edisi 51/XXI


0 komentar:

Posting Komentar