Menservice Sendiri Handgrip Motor Bebek


Sudah lama saya tidah posting lagi karna tidak nemuin sumber yang menarik bagi saya. Kali ini ingin berbagi sedikit teknik menservice  handgrip yang berat. Pada musim hujan, beratnya putiran handgrip paling rawan, kadang juga memicu terjadinya kabel gas nyantol, sehingga putaran mesin ogah turun.
Problem ini bisa disiasati di rumah, sebab tak perlu membutuhkan skill khusus untuk melakukanya. Hal ini berlaku untuk semua motor bebek, sebab secara teknis kontruksi handgrip banyak memiliki persamaan.
Langsung saja ke praktek pelaksanaanya. Lepas lebih dulu baut pengikat holder gas, setelah kendor , cabut napel seling kabel gas pada selongsong hand grip. Bersihkan permukaan stang kemudi dari kotoran, karat, dan bekas pelumas yang lama dengan menggunakan water proof dan bilas dengan bensin.
Begitu juga lakukan pada bagian selongsong, gosok dengn ampelas waterproof dan bilas dengan bensin. Setelah selengsong handgrip dan permukaan stang kemudi dipastikan bersih, olesi dengan pelumas mesin.
Sedang untuk jalur seling kabel gas, bilas juga dengan bensin bersamaan dengan menarik ulurnya, hingga kotoran ikut larut. Baru semprot dengan chain lube sebagai pelumasnya. (Hadiningrat)  
sumber bacaan: oto trend edisi 561

Membawa Barang Jangan Taruh di Setang atau Tangan


Ada cerita tentang seorang pengendara, sebut saja Waluyo, yang berangkat kerja berboncengan dengan istri tercinta. Setelah istri sampai di kantornya, Waluyo meletakkan helm sang istri di tangan kirinya. Ia pun kembali memacu sepedah motor itu menuju kantornya.
Saat Waluyo ingin berbelok, tiba-tiba Ia hilang kendali dan terjatuh. Hal ini dikarenakan tanganya terganjal oleh helm yang disangkutkan ditangan kirinya, sehingga Ia tidak mampu mengarahkan setang kemudi dengan sempurna.
Hal ini sepele terkadang bisa membawa celaka bagi kita. Contohnya ya seperti cerita tadi. “Tidah hanya helm, barang belanja pun terkadang disangkutkan di setang yang membuat bobot setang kemudi jadi berat sebelah dan mengganggu hendling motor,” kata Andri Berlianto, dari Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC).
Jangan juga disangkutkan di jok belakang dengan posisi miring. “Justru ini mengundang bahaya untuk kita dan orang lain juga, karena bisa menyenggol pengendara lainnya,” wanti Andri.
Sebaiknya, simpan helm atau barang tersebut di tas ransel yang memiliki kantong untuk menyimpan helm. “Atau yang mudah gunakan jaring pengikat di jok belakang, jadi helm atau barang seperti dibonceng,” saran peria ramah ini. Untuk motor bebek dan skutik bisa ditaruh di dek tengah, asalkan kaki masih bisa bisa bergerak. (wit/317)


Sumber: Tabloid Otomotif, edisi 51/XXI


KLAKSON MATI

Biasanya pada motor yang sudah berumur di atas 3 tahun, kadang klakson mulai bermasalah. Tiba-tiba mati, misalnya. Kalau sudah begini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan.
                Yang pertama adalah memastikan suplay arus listrik berjalan normal atau terpenuhi. Karena klakson merupakan beban seperti halnya headlamp, stoplamp, dan lampu sein, yang sumber energinya berasal dari aki, maka pastikan aki masih sehat.
                “Caranya mudah, tinggal nyalakan lampu sein atau lampu rem serta electric starter. Jika ketiganya bisa menyala dengan normal, berarti permasalahan bukan dari sumber listriknya (aki),” buka Feri Sutiono Service Advisor DSA ( Delta Sari Agung) Dealer Honda di Sidoarjo.
                Baru lanjut ke langkah berikutnya. Yakni cek instansi kabel. Tapi menurut Feri cara ini terlalu rumit, langkah ini bissa menjadi opsi terakhir. Karena memeriksa kabel harus menggunakan alat khusus dan baiknya ditangani langsung oleh mekanik. Mending langsung by pass ke pemeriksaan komponen lain.
                Switch atau tombol klakson kerap menjadi penyakit klakson yang bermasalah. Pada motor yang berumur lama, biasanya sering terdapat kerak pada bagian soketnya. Apalagi motor sering dicuci atau terkena air hujan. Semakin membuat soket sering mengalami karat.
“Tinggal congkel saja tombol klakson pada holder kiri dengan menggunakan obeng tipis. Selain itu semprot dengan cairan penetran. Tujuanya untuk menghilangkan kerak atau karat yang menempel pada logam soket.” Tunjuk mekanik yang disapa Yono.
                Jika langkah ini masih belum mampu membuat suara klakson berbunyi, metode terakhir yakni memeriksa klakson itu sendiri. Bentuknya sepintas mirip dengan speaker kecil. Cara mengecek klakson ini cukup mudah. Tinggal lepas dari posisi dan dites menggunakan aki.
                “Sambung dengan kabel. Pastikan klakson berbunyi, tetapi jika tidak berbunyi berarti dengan permasalahan terdapat pada klakson ini. Bisa langsung ganti dengan yang baru,” imbuh Yono.
 SETING BAUT KLAKSON
                Jika sudah dipastikan rusak, ada cara ekonomis untuk membuat klakson berbunyi kembali. Coba tips berikut. Pada bagian kelakang klakson terdapat tonjolan mur dan baut. “ Sebetulnya baut tersebut bisa dikencangkan atau diputar menggunakan obeng hingga pada posisi yang diinginkan berbunyi imbuh Yono.
Tapi, perlu digaris bawahi. Pada motor Honda yang masih di bawah 1 tahun atau 10.000 km. Mending dilakukan klaim pada dealer setempat. “tidak perlu memutar baut karena justru dapat menggugurkan garansi,”wanti Yono.

Sumber: Oto Plus tabloid edisi 27/IX

Ingat Pasang Penutup Kepala


            Masalah yang kerap dikeluhkan para biker di musim penghujan. Baju tetap basah meskipun sudah memakai jas hujan. Tak hanya dari resleting atau bagian yang tak disangka berlubang. Namun cara pemakaian tutup kepala  pun bisa menyebabkan air hujan masuk.
            Beberapa biker memang jarang memakai tutup kepala, karena kepala sudah ditutupi oleh helm. Tetapi malah jadi bomerang bila memakai jas hujan bertutup kepala.
Berhubung tutup kepala tidak terpasang dan terkena angin, celah di belakang leher semakin lebar. Air hujan yang menempel  pada helm akan turun. Akibatnya, air masuk ke baju di balik jas hujan melalui celah belakang leher.
Eits, tapi jangan terlalu memaksakan diri untuk memakai penutup kepala saat memakai jas hujan tabel. Sebaiknya pilih tutup kepala berbahan tipis sehingga tidak membuat helm makin rapat. Malah berujung aliran darah di kepala enggak lancar. (WTR)

Sumber: OTO PLUS Edisi 27/IX

TIPS MELIBAS POLISI TIDUR BUAT CEWEK

Kasih tahu teman-teman cewek atau ibunda, hati-hati ketika mereka melibas polisi tidur. Jangan sembarangan. Kalau seenaknya bisa menyebabkan perut nyeri untuk beberapa saat.
Seperti yang dialami Luluk. "Ketika melewati polisi tidur tidak pelan-pelan, jadi goncangan besar. Hentakan yang besar sampai terasa di perut. Beberapa saat perut terasa nyeri meski kemudian hilang," terang ibu 1 anak ini. Hal yang sama juga dirasakan Utami. Ibu dari 2 anak ini merasakan nyeri perut ketika terburu-buru melibas polisi tidur. Terutama ketika ban belakang turun setelah melibas polisi tidur. "Guncangan terasa sampai ke perut. Rasanya perut nyeri beberapa saat," katanya.
Karena melintas dengan cepat, tidak pelan-pelan, perut mengalami guncangan. Padahal di perut wanita terdapat rahim dan indung te otot perut bagian bawah dan usus.
"Ketika melewati polisi tidur, guncangan yang besar bisa menyebabkan efek suspensi. Suspensi ini bisa menyebabkan kram pada otot perut bagian bawah dalam beberapa saat. Atau rahim dan indung telur ikut bergerak. Pergerakan ini bisa menyebabkan munculnya nyeri. Rasa nyeri jika terjadi sesaat normal. Namun kalau rasa sakitnya lama dan berlanjut maka perlu penanganan lebih lanjut karena kemungkinan ada kelainan," terang Achmad Hendra H.W dr SpB dokter ahli bedah di Rumah Sakit Bedah Surabaya.
Makanya, selain mengurangi kecepatan ketika melintas polisi tidur, upayakan pula posisi yang benar. "Saat akan melibas polisi tidur kira-kira 1 meter sebelumnya kecepatan sudah dikurangi. Gas diturunkan. Pas sampai di polisi tidur jalan motor pelan dan konstan. Bukan berarti motor berhenti. Posisi pinggul agak diangkat dan pantat tidak nempel jok. Tujuanya supaya bila terjadi guncangan efeknya tidak besar mempengaruhi tubuh. Konsentrasi dan handling tetap baik," terang Budi Dharma selaku instruktur safety riding PT Astra Motor Mataram main dealer Honda NTB.
(Penulis: Whyty AHM)

Sumber: Oto Plus edisi27/Ix